Pendakian sumbing kemaren merupakan pendakian gunung ke-6 kalinya buatku dan sepertinya ke-8 kalinya buat Biul.
Tapi pendakian kemarin termasuk pendakian paling berat, karena kita berempat, aku,Biul,Fajri dan Majid,
nekat cari rute baru untuk jalan pulang dari puncak.
Dan hailnya,. sukses bikin badan mau semaput. Tiap jalan 3 menit, kami istirahat 5 menit,dan lanjut lagi berjalan 3 menit,kamiistirahat lagi 5 menit.
Di salah satu batu besar aku benar-benar tak kuat lagi untuk tidak merebahkan badan, aku ambruk begitu saja di atas kerikil-kerikil keras dan tanpa terasa tiba-tiba mak lep,..aku bisa sangat pulas.
Tanpa sepengethuanku,..3 temanku juga kompak terlelap pulas,entah demi menghargai kesetiakawanan untuk tidak meninggalkanku sendiriran atau memang mereka juga sama-sama kelelahan.
Bisa dipastikan tiba di base camp pusat malam hari, bila saja saat kami terditur tak ada pendaki lewat yang tanpa sengaja membangunkan kami.
Tubuh yang sudah begitu kekuaranagn cairan karena persediaan minum habis sementara keringat terus saja keluar, membuatku nekat ingin turun ke lembah dan mencari sungai di dekat tebing.
saat itulah aq dan biul sempat adu mulut karena dia tak mo buang-buang waktu nunggu aq cari air.
dia bilang, “tanggung lut,kita sudah keluar hutan pinus dan masuk ke area sawah temabakau,berarti sebentar lagi sampai base camp”.
disana kita bisa minum,jangan buang-buang waktu untuk cari sesuatu yang gak jelas di lembah sana.
memeang,sejak memamsuki area persawahan, seakan tenaga kita berempat meningkat drastis.
tak ada sesuatu yang kita makan dan minum disana, tapi masuknya kami di area persawaahan merupakan indikasi bahwa base camp sudah sangat dekat, paling area sawah gak luas amat, sawah di lereng gungung getooh, tanjakannya curam,petani mana mau buka lahan kalo tenaga untuk ngunjungi sawahnya sendiri saja sudah bikin capek,
nyatanya?,..sejak masuk area persawahan,hampir 1 jam perjalanan tanpa jeda istirahat itu,kanan-kiri kami masih saja berupa sawah tembakau.
puluhan hektar lahan yang semestinya berupa hutan pinus sudah terbuka jadi sawah temabakau yang lahannya semakin berada pada titik ketinggian ekstrim untuk ukuran lereng gunung.
di sala satu sisi lembah,kita melihat beberapa kubik tanah baru saja longsor.
terlihat kekhawatiran fajri yang tak henti memandang fenomen itu.
enatah berapa kubik tanah lagi yang akan longsor beberapa tahun kedepan?..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar